Laporan Praktikum Statistika Deskriptif
LAPORAN
STATISTIKA DESKRIPTIF
Oleh:
Tania Rainilda (2205110010011)Darussalam, Banda Aceh
I. DASAR TEORI
Statistik merupakan
salah satu cabang dari ilmu matematika yang di dalamnya mempelajari suatu
pengukuran, observasi dan analisis. Statistik mempunyai arti dasar yaitu suatu
data ringkasan yang berbentuk angka. Sebagai contoh kecil adalah mengenai data tentang
penduduk, data tentang guru-guru atau data tentang mahasiswa di perguruan
tinggi. Dalam arti yang lebih dalam, statistik adalah suatu ilmu yang
mempelajari mengenai bagaimana cara mengumpulkan data, mengolah data,
menyajikan data dan menganalisi data dengan mempertimbangkan unsur
ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.
Statistik sendiri
berasal dari kata “status” dalam bahasa latin, yang sama artinya dengan kata
“state” (bahasa inggris) yang berarti adalah negara. Awal mula suatu kata
statistik, diartikan mengenai suatu kumpulan keterangan yang berupa angka
ataupun non angka tetapi memiliki arti yang penting dan berguna untuk negara.
Setelah berkembangnya suatu ilmu, maka statistik dijadikan sebagai kumpulkan
keterangan yang hanya berupa angka dan memberikan gambaran mengenai keadaan,
peristiwa atau gejala tertentu.
Statistik deskriptif adalah
salah satu bagian dari ilmu statistika yang berhubungan dengan aktivitas
penghimpunan, penataan, peringkasan dan penyajian data dengan harapan agar data
lebih bermakna, mudah dibaca dan mudah dipahami oleh pengguna data. Statistik
deskriptif hanya sebatas memberikan deskripsi atau gambaran umum tentang
karakteristik objek yang diteliti tanpa maksud untuk melakukan generalisasi
sampel terhadap populasi. dalam statistik deskriptif meliputi pengumpulan,
pengelompokan dan pengolahan data yang selanjutnya akan menghasilkan
ukuran-ukuran statistik seperti frekuensi, pemusatan data, penyebaran data,
kecenderungan suatu gugus data dan lain-lain. Selain itu, agar data lebih mudah
dibaca dan dipahami maka data dapat diringkas dalam bentuk tabulasi atau
disajikan dalam bentuk grafik atau diagram. Penggunaan grafik dan diagram
dimaksudkan agar data yang disajikan lebih menarik dan lebih komunikatif.
Hal-hal yang mungkin
dikerjakan dalam statistika deskripif adalah mengurutkan data berdasarkan
ukuran, memasukkan data kedalam bentuk tabel, menyajikan data dalam bentuk
grafik atau meringkasnya dalam bentuk kesimpulan parameter yang berarti dan
sebagainya. Hal penting yang dipertimbangkan dalam statistik deskriptif adalah
jenis variabel. Jenis variabel tertentu mungkin akan baik apabila
dideskripsikan dalam bentuk grafk atau dalam bentuk tabel. Analisis
teoretik-deskriptif dalam statistika deskriptif yang menekankan analissnya pada
data-data numerikal yang diolah dengan metode statistika. Metode analisis data
yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis deskriptif melalui isum
dan mean dengan alat bantu SPSS. Statistika deskkriptif
ditujukan untuk mencari proporsi maupun frekuensi dari karakteristik subyek
penelitian (Rachmini,2001).
Statistik deskriptif, yang lazim dikenal pula dengan istilah statistik
deduktif, statistik sederhana, dan descriptive statistics, adalah statistik yang
tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun,menyusun, atau mengatur,
mengolah, menyajikan, dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan
gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa,
atau keadaan. Dengan kata lain, statistik deskriptif adalah statistik yang
mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalisis data, angka, agar dapat
memberikan gambaran secara teratur, ringkas, dan jelas, mengenai sesuatu
gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian atau makna
tertentu.
Menurut Husaini Usman
(2003), statistik deskriptif atau statistik dalam arti sempit, ialah susunan
angka yang memberikan gambaran tentang data yang disajikan dalam bentuk-bentuk
tabel, diagram, histogram, poligon, frekuensi, ozaiv (ogive), ukuran penempatan
(median, kuartil, desil, dan persentil),ukuran gejala pusat (rata-rata hitung,
rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan modus), simpangan baku, angka baku,
kurva normal, korelasi, dan regresi linier.
Berbagai metode statistik
memungkinkan kita dapat melihat, mencari dan menyimpulkan hal-hal yang jauh
diluar data yang dikumpulkan dan dapat masuk kebagian pengambilan keputusan
melalui generalisasi dan peramalan. Perkembangan teknologi informasi melahirkan
perangkat lunak paket-paket metode statistik yang sangat membantu dan
mempermudah menghitung, meramal serta menganalisis masalah yang akan dipecahkan
(Rahmini,2001).
Langkah-langkah pengolahan data
pada SPSS sangat praktis karena hanya menginput data tanpa menghitung dengan
rumus-rumus statistika. Setelah data diinput pada SPSS editor kemudian kita
mencari alat analisis yang diperlukan, memasukkan variabel dan lain-lain,
kemudian klik Ok, setelah itu proses olah data dilakukan dengan sangat cepat,
singkat, akurat, cermat, handal dan keluarlah output data SPSS (Bisono,2013).
1. Ukuran pemusatan
Ukuran pemusatan adalah metode paling lazim yang digunakan dalam analisis deskriptif. Metode ini fokus untuk menggambarkan kondisi data di titik pusat.
Mean merupakan rata-rata dari sekumpulan data yang kita miliki. Formulanya sangat sederhana. Anda hanya perlu menjumlah nilai dari seluruh data yang dimiliki dan membaginya dengan jumlah data tersebut.
Median adalah nilai tengah dari sebuah data. Bila kita memiliki sekumpulan data, kita bisa mengurutkan data tersebut dari nilai terkecil hingga terbesar. Jika kita memiliki jumlah data ganjil, maka nilai tengah data tersebut akan langsung menjadi median. Namun bila kita memiliki data genap, kita perlu menemukan nilai rata-rata dari nilai tengah data tersebut.
Modus
adalah nilai yang paling sering muncul dalam sekelompok data. Kita hanya perlu
melihat nilai mana yang paling sering muncul dalam kelompok tersebut. Bila
jumlah frekuensi setiap data sama, maka nilai modus tidak ada.
2. Ukuran keragaman
Ukuran
keragaman merupakan ukuran untuk menyajikan bagaimana sebaran dari data
tersebut. Ukuran keragaman menunjukkan bagaimana kondisi sebuah data menyebar
di kelompok data yang kita miliki. Hal ini memungkinkan kita untuk menganalisis
seberapa jauh data-data tersebut tersebar dari ukuran pemusatannya. Bila
sebaran datanya rendah, ini menunjukkan bahwa data tersebar tidak jauh dari
pusatnya. Bila sebarannya jauh ini menunjukkan bahwa data tersebar jauh dari
pusatnya.
1.Range
Range atau rentang merupakan
selisih dari nilai terbesar dan nilai terkecil yang kita miliki. Range
merupakan hal yang paling sederhana dan paling mudah dimengerti dalam ukuran
penyebaran. Range menunjukkan seberapa jauh sebaran dengan mengabaikan bentuk
distribusinya.
2. Quartiles Range
Rentang
Quartiles atau rentang kuartil merupakan ukuran penyebaran yang membagi data
menjadi 4 bagian. Sesuai dengan namanya, kuartil membagi data menjadi 25 persen
di setiap bagiannya.
Ada 3 jenis nilai kuartil yang perlu kita tahu :
Q1 atau kuartil bawah yang memuat 25 persen dari data dengan
nilai terendah
Q2 atau kuartil tengah, yang membagi data menjadi 2 bagian
sama besar 50 persen terkecil dan 50 persen terbesar. Q2 juga memiliki nilai
yang sama dengan median.
Q3 atau kuartil atas yang memuat 25 persen dari data dengan
nilai tertinggi.
3. Persentil
Persentil merupakan ukuran
penyebaran yang membagi data menjadi 100 bagian yang sama besar.
4. Desil
Desil merupakan ukuran
penyebaran yang membagi data menjadi 10 bagian sama besar.
5. Varians
Varian
merupakan ukuran seberapa jauh menyebar dari nilai rata-ratanya. Semakin kecil
nilai varians, maka semakin dekan sebaran data dengan rata-rata. Dan semakin
besar nilai varian, maka semakin besar sebaran data terhadap nilai
rata-ratanya.
6. Standar deviasi
Standar
deviasi merupakan ukuran lain dari sebaran data terhadap rata-ratanya. Bila
anda menggunakan varians, maka nilai yang anda dapatkan sangatlah besar. Nilai ini
tidak mampu menggambarkan bagaimana sebaran data yang sebenarnya terhadap
rata-rata. Untuk mendapatkan nilai yang lebih mudah diinterpretasikan, standar
deviasi adalah ukuran yang paling tepat. Standar deviasi menghasilkan nilai
yang lebih kecil dan mampu menjelaskan bagaimana sebaran data terhadap
rata-rata.
7. Skewness
Skewness merupakan ukuran yang menunjukkan bagaimana kecondongan sebuah data terhadap rata-ratanya. Skewness juga bisa dikatakan sebagai ukuran ketidaksimetrisan sebuah data.
Sk > 0 artinya kurva dikatakan menceng kanan (positif)
Sk = 0 artinya kurva normal
Sk < 0 artinya menceng kiri (negatif)
8. Kurtosis
Kurtosis merupakan ukuran yang menunjukkan bagaimana keruncingan sebuah data di dalam distribusinya. Kurtosis biasa disebut juga sebagai derajat keruncingan. Kurtosis dihitung dengan formula momen keempat dari rata-rata.
Nilai kurtosis = 3, artinya data memiliki distribusi normal
Nilai kurtosis > 3, artinya data memiliki distribusi
leptokurtic (lebih runcing)
Nilai kurtosis < 3 artinya data memiliki distribusi
platikurtik /lebih rata (Yuva, 2019).
II. Microsoft Excel
Microsoft
Excel adalah sebuah program atau aplikasi yang merupakan bagian dari paket
instalasi Microsoft Office, berfungsi untuk mengolah angka menggunakan
spreadsheet yang terdiri dari baris dan kolom untuk mengeksekusi perintah.
Microsoft Excel telah menjadi software pengolah data / angka terbaik di dunia,
selain itu Microsoft Excel telah didistribusikan secara multi-platform.
Microsoft Excel tidak hanya tersedia dalam platform Windows, Microsoft Excel
juga tersedia di MacOS, Android dan Apple.
Menurut
Susandra (2010), “Microsoft Excel merupakan program aplikasi spreasheet (lembar
kerja elektronik). Fungsi dari Microwsoft Excel adalah untuk melakukan operasi
perhitungan serta dapat mempresentasikan data ke dalam bentuk tabel.” Menurut
Musyafa (2014), “Microsoft Excel 2007 adalah sebuah program aplikasi lembar
kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation
untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS.” Aplikasi ini memiliki fitur
kalkulasi dan pembuatan grafik yang berupa pengolah angka.
Microsoft
Excel secara fundamental menggunakan spreadsheet untuk manajemen data serta
melakukan fungsi-fungsi Excel yang lebih dikenal dengan formula Excel. Excel
merupakan program spreadsheet elektronik. Spreadsheet adalah kumpulan dari Sel
yang terdiri atas baris dan kolom tempat anda memasukkan angka pada Microsoft
Excel. Jumlah Sel Microsoft Excel 2016 terdiri dari 1.048.576 Baris dan 16.384
Kolom atau 17.179.869.184 Sel.
Untuk
melakukan pengolahan suatu data di SPSS, tahap pertama yang harus dipersiapkan
adalah memiliki datanya terlebih dahulu di exel agar lebih mudah, seperti pada
Gambar 1. dibawah ini:
Gambar 1. Data Excel
III. SPSS
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan
untuk analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada
lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak
dialog yang sederhana sehingga mudah dipahami untuk cara pengoperasiannya.
Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan menggunakan
pointing dan clicking mouse SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset
pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta
riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk
komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai
populernya sistem operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai
dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).
Untuk menginput data, buka Program SPSS melalui Start -
Programs- IBM SPSS Statistic. Maka setelah itu muncul tampilan yang belum ada
datanya, dimana pada tampilan tersebut terdapat 2 menu tampilan yaitu data view
dan variabel view, seperti pada Gambar 2 dan Gambar 3.
SPSS Data Editor
Data editor adalah window yang
bersama output window pwertama kali keluar pada saat pertama kali dioperasikan
SPSS for window. Window ini berwujud kotak-kotak peregi sejenis tampilan
spreadsheet yang berfungsi sebagai sarana pemasukan data, penghapusa ,
pengurutan dan berbagai pengolahan data aslinya.
SPSS Data Editor terdiri dari dua tab sheet,
yaitu: Data View dan Variable View
a. Data View
Data View adalah tab sheet yang menampilkan
nilai data yang sebenarnya atau label nilai yang didefinisikan. Pada tab
sheet inilah, anda mengentri data ke SPSS.
Diatasnya terdapat menu-menu
seperti File, Edit, View, Windows,
dan Help seperti halnya menu-menu umum pada aplikasi under Windows
lainnya. Menu-menu utama SPSS adalah :
1. Data
Menu ini menampilkan submenu untuk melakukan perubahan-perubahan data, seperti mengurut- kan data, memisahkan isi file dengan kriteria tertentu, menggabungkan data, etc.
Data Descriptive dalam Bentuk Excel
2. Transform
Menu untuk transformasi data, seperti menghitung variabel data, mengubah data, merangking data, etc.
3. Analyze
Menu yang menjadi pusat pengolahan data, seperti mengolah statistik deskriptif, regresi, korelasi, etc.
4. Graphs
Menu untuk menampilkan data dan hasil pengolahan data dalam bentuk grafik dan chart, seperti bar charts, histogram, scatter diagram, etc.
5. Utilities
Menu pelengkap dalam pengoperasian SPSS, seperti menampilkan informasi variabel, mendefini-sikan dan menampilkan variabel data, etc.
b. Variable View
1. Name.
Kolom
ini untuk memberikan informasi tentang nama variabel data. Nama variabel yang
kita tuliskan di sini akan muncul pada Data View. Beberapa aturan penamaan
variabel:
- Nama
variabel maksimal 8 karakter.
- Nama
diawali dengan huruf (tidak bisa dimulai dengan angka), sisanya
dapat berisi huruf, angka, titik, atau simbol @, #, _, atau $. Kosong dan
karakter khusus lain (misal: ! , ? , ‘ , dan *) tidak dapat digunakan.
- Nama
tidak bisa berakhir dengan titik dan tidak harus diakhiri dengan garis
bawah “_”.
- Nama
variabel harus unik; duplikasi tidak diperbolehkan.
- Nama-nama
variabel tidak case sensitif, “Nama”, “nama”, dan “naMa” semua dianggap
sama.
2. Type
Kolom
ini untuk memberikan jenis variabel data yang digunakan, apakah Numeric,
String (data berupa karakter, misal “Nama”), Date, etc. Klik
ikon dalam kolom Type maka akan
muncul dialog box Variable Type. Pada dialog box ini, kita
dapat mengubah jenis data dan juga lebar kolom (Width) dan jumlah angka desimal
(Decimal Places). Secara default, SPSS memberikan jenis
data numeric dengan lebar 8 digit dan 2 angka desimal di belakang
koma.
3. Label
Kolom
ini menunjukkan tambahan informasi dengan memberi label pada variabel data yang
kita inginkan. Misalnya:
variabel: ”barang” kita beri label: ”nama barang”
variabel: ”X” kita beri label ”Permintaan”
variabel ”Y” kita beri label ”Ramalan Permintan”
Pemberian label dapat membantu dalam interpretasi hasil
analisis (output) karena definisi output lebih jelas.
4. Value.
Kolom
ini untuk memberikan label string yang diterapkan untuk
nilai numeric tertentu, biasanya untuk data yang
bersifat ordinal dan interval, misal angka 1 untuk
laki-laki dan angka 2 untuk perempuan. Klik ikon pada
kolom Values maka akan muncul dialog box Value Labels.
Misalnya untuk variabel ”gender” kita akan mendefinisikan ”jenis kelamin”
dengan memberi label: Isi [Value] dengan
angka 1 dan [Label] dengan “Laki-laki” lalu
klik [Add], kemudian ulangi langkah-langkah tersebut untuk jenis
kelamin “Perempuan“—lihat Gambar 6. Nantinya pada
variabel gender, kita tidak perlu menuliskan laki-laki dan perempuan
melainkan cukup mengisi 1 untuk laki-laki dan 2 untuk perempuan.
5. Missing
Kolom
ini menunjukkan nilai yang hilang (missing value) dalam data (jika ada).
Responden dapat menolak untuk menjawab pertanyaan tertentu, mungkin tidak tahu
jawabannya, atau mungkin menjawab dalam bentuk lain. Jika anda tidak
mengidentifikasi data ini, analisis anda mungkin tidak memberikan hasil yang
akurat. Klik ikon pada kolom Missing maka akan
muncul dialog box Missing Values. Pada form Discrete, isi
angka yang akan dijadikan pengganti missing value, misal: 9, 99, 999, etc.
Jika kita memilih angka 9, maka setiap ada data yang tidak diisi (missing
value) angka 9 yang harus diisikan, jangan dibiarkan kosong.
6. Columns
Kolom ini menunjukkan lebar kolom. baik jenis data numeric maupun string, lebar maksimal 255 digit.
7. Align
Kolom ini menunjukkan posisi data pada tiap cell. Terdapat tiga pilihan posisi data, yaitu: left, right, dan center.
8. Measure
Kolom
ini menunjukkan jenis ukuran data yang digunakan. Terdapat tiga pilihan
atas, yaitu: Scale, Nominal, dan Ordinal.
9. Role
Kolom ini digunakan untuk menentukan peranan variabel dalam melakukan analisis data, yang mana terdapat 5 pilihan yaitu Input, Target, None, Partition dan Split.
Setelah mengetahui ketentuan disetiap menunya, kemudian data yang di Excel disalin ke SPSS yaitu pada Data View :
Variabel Pertama
Nama Variabel :
Responden
Type
: String (karena pada
variabel ini menggunakan huruf bukan angka)
Width
: 12 ( jumlah karakter
terbanyak yaitu 12)
Decimal
: 0 (Tidak menggunakan
desimal pada data type string)
Label
: Pada data ini tidak
menggunakan label.
Value
: None
Missing
: None
Coloum
: 12 (disesuaikan dengan
jumlah karakter terbanyak)
Align
: Left (akan lebih
baik jika data yang bertype string dibuat rata kiri)
Measure
: Nominal (untuk data string dipilih
measure nominal atau bisa disesuaikan)
Variabel Kedua
Nama Variabel : Jenis
Kelamin
Type
: Numeric
Width
: 8 (bisa disesuaikan dengan
jumlah karakter)
Decimal
: 0 (pada data ini tidak
menggunakan desimal
Label
: -
Value
: "1"
untuk Laki-Laki dan "2" untuk Perempuan
Missing
: None ( informasi mengenai jenis
kelamin diketahui)
Coloum
: 8 (bisa disesuaikan)
Align
: Center (lebih baik
data bertipe numerik di buat rata tengah)
Measure
: Nominal (Untuk measure jenis kelamin termasuk
data skala dan nominal)
Variabel Ketiga
Nama Variabel : Umur
Type
: Numeric
Width
: 8
Decimal
: 0 (tidak menggunakan
decimal pada data ini)
Label
: -
Value
: None (tidak
ada pengkodean)
Missing
: None (data informasinya
diketahui)
Coloum
: 8 (bisa disesuaikan)
Align
: center
Measure
: Scale ( karena umur merupakan data berskala ratio)
Variabel Keempat
Nama Variabel :
Pendidikan
Type
: Numeric
Width
: 8 (bisa disesuaikan)
Decimal
: 0 (data ini tidak
menggunakan decimal)
Label
: -
Value
: "1" untuk
SD, "2" untuk SLTP, "3" untuk SLTA, "4" untuk D3,
"5" untuk S1
Missing
: None (data informasi diketahui)
Coloum
: 8 (bisa disesuaikan)
Align
: Center
Measure
: Ordinal (karena pendidikan merupakan skala ordinal)
Variabel Kelima
Nama Variabel : Pendapatan
Type
: Numeric
Width
: 8
Decimal
: 0
Label
: -
Value
: None
Missing
: 9999 (informasi data pendapatan
ada yang tidak diketahui)
Coloum
: 8
Align
: Center
Measure
: Scale
Variabel Keenam
Nama Variabel : Konsumsi
Type
: Numeric
Width
: 8
Decimal
: 0
Label
: -
Value
: None
Missing
: 9999 (informasi data konsumsi ada
yang tidak diketahui)
Coloum
: 8 (bisa disesuaikan)
Align
: Center
Measure
: Scale
Setelah semua data sudah sesuai kemudian untuk mendapatkan
data output maka diklik Analyze - Descriptive Statistics - Descriptive. Maka
akan muncul tampilan seperti Gambar 6 berikut :
Pilih data variabel mana yang akan dihitung yaitu variabel umur, pendapatan dan konsumsi.
Terdapat beberapa pilihan pada option descriptif yang ingin dihitung outputnya yaitu Mean, Sum, Std. devisiasi, variance, Range, Minimum, maximum, S.E mean, Kurtosis dan Skewness.
Kemudian klik Continue -OK. Maka akan muncul data output seperti pada gambar berikut :
Output window adalah text window yang
merupakan media tampilan dari hasil proses yang dilakukan oleh SPSS prosesor.
Seluruh hasil proses pengolahan data, pengolahan grafik, penganalisaan data
maupun perjalanan menu utilities akan ditampilkan pada output window.
Hasil Output deskriptif
IV. PENUTUP
Dengan menggunakan metode
Statistik SPSS maka dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data, seperti
ukuran pemusatan data (mean dan median), ukuran penyebaran (range,
interquartil range,standar deviasi, varians, minimum, dan maksimum), ukuran
kurtosis, dan skewness serta representasi piktorialnya.
VIDEO
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada video berikut :
Tania Rainilda
Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
DAFTAR PUSTAKA
https://iranabilaptn20.blogspot.com/2021/10/statistik-deskriptif.html
https://www.rumusstatistik.com/2017/02/statistik-deskriptif.html
http://eprints.unpam.ac.id/8670/1/SAK0233_STATISTIK%20DESKRIPTIF-full.pdf
Penuntun Praktikum Metode Statistik
Sholikhah, amirotun. 2016. Statistik Deskriptif dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Komunika,vol. 10, No. 2.

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar